Wednesday, March 9, 2022

FREELANCE 2,1 MILYAR - Step by Step menjual jasa freelance bernilai tinggi

FREELANCE 2,1 MILYAR - Step by Step menjual jasa freelance bernilai tinggi

 



hai oke Guys hari ini gua bakal ngomong gimana caranya kalian bisa freelance dengan penghasilan lebih dari 100 juta atau bahkan miliaran Mungkin gua bakal mulai video ini dengan cerita tentang Steve Jobs siapa sih di dunia ini enggak tahu tentang Steve Jobs Tapi nggak banyak yang tahu dulu Steve Jobs pernah dipecat dari Apple nafas dipecat dari Apple yaitu membangun perusahaan barunya namanya next nah kali ini topiknya tentang freelance kalian coba bisa tebak dia bayar di channel namanya Polres nasib Lorentz Ini disuruh bikin desain sama visual identity NX logonya gue share disini kira-kira dia bayar Polri ini harganya berapa untuk bikin pistol energinya next waktu itu Polres dibayar 100 ribu dollar sama Steve Jobs untuk bikin visual identity nya next itu sampai bikin 100 halaman picpro posal untuk ngejelasin ke dia tentang next Uh filosofinya gimana 

Artinya gimana dan dia bisa phone with Steve Jobs bahwa service jatuh bernilai 100 ribu dollar kalau misalnya kalian arti itu ditambah inflasi sekarang tuh nilainya 2,1 milyar rupiah Hai di mana lagi orang bisa dibayar 2,1 milyar rupiah untuk ngerjain visual HD MP3 sebagai designer mungkin akunnya banyak yang gak bisa reuleut karena ini Steve Jobs Ya iyalah Karena dia udah punya flutriafol dan demo bayar mahal gue juga bisa cerita sedikit tentang Project gua yang gua closing simile 3-4 mdi umur 23 tahun dan waktu itu Project yang it itu bikin qrp untuk perusahaan multinasional 

dari Korea tapi gua bakal cerita mungkin nanti pas di akhir video Sebenarnya kalian cuma perlu perhatiin tiga hal untuk bisa bikin jasa kalian bernilai ratusan juta sampai milyaran mau kalian designer editor programmer kalian tuh harus punya tiga konsep ini untuk bisa ngejual service kalian secara mahal tapi sebelum kita mulai ke poin kesatu kita point Kenongo yaitu Kalian mau jual apa-apa jasa servis atau skill yang kalian bisa jual seorang misalnya kalau kalian suka desain 

kalian fashion dalam editor kalian tuh bisa belajar dulu misalnya di YouTube atau sekolah desain atau misalnya kalian baca-baca artikel baca buku sampai ditahap kalian pendek bahwa oke yo gua nih bisa word dibayar oleh klien sebenarnya itu paling simple step nolnya kalian belajar dulu kembangin skill kalian sebelum kalian jual orang lain setelah itu kebanyakan orang temen gue tuh bingung kira-kira gue jual harga berapa service gua Nah itu step 1 step 1 adalah market galium biar ceritanya lebih gampang kita pakai cerita designer misalnya kalian udah belajar desain dan kalian tahu skill kalian itu setara dengan senior designer lalu kalian Google aja kalian satu itu kalian 

Google kira-kira gaji rata-rata senior designer tuh berapa biar ceritanya gampang kita ketemu angkanya 16 juta perbulan kalau misalkan daftarnya udah skill kalian gaji kalian tuh 16 juta perbulan itu sebenarnya benchmark yang paling simpel kalau misalkan untuk nentuin market jalur kalian kalau sebagai karyawan Kanada delapan jam sehari dan 20 hari kerja 

sebulan Jadi totalnya tuh ada 160 jam kerja sebulan Untuk gaji 16000000 kalian lalu kita pecah lagi 16000000 itu kalau dibagi dengan 160 our yaitu Rp100 per jam kerja nah itu step 1 step yang gampang banget Jadi kalau misalnya ada teman kalian atau klien yang bilang oh bikin desain logo atau bikin brosur kalian tuh kira-kira aja untuk membikin desain ini gua butuh sekitar empat jam berarti kalian bisa cek video tempat Rp100 gua butuh waktu 10 jam untuk bikin pisau NTT 

berarti kalian bisa cek dia satu juta kebayang dong harusnya skate satu ini lumayan simple tapi pasti arenanya kalau gitu kapan gua kayanya soalnya kan gue cuma punya 24 jam sehari nah ini poin kedua yaitu multiplayer hal-hal apa yang kalian bisa lakuin atau karena pelajarin untuk ningkatin our litre kalian tapi ini benar-benar diluar dari skillshare kalian ya soalnya misalnya senior designer A8 senior designer B yang skillnya sama-sama mirip nih tapi yang satu bisa jual servicenya senilai 10 juta yang satu cuma dua juta Nah ngebedain menurut gua itu namanya multiplayer 

walaupun skill kalian mirip ada hal-hal lainnya diperhatiin nama klien misalnya kalian negosiasi presentasi kalian rapih atau enggak kalian punya company profile yang lezat atau enggak portfolio kalian banyak atau sedikit hal-hal itu yang ngebuat owner at kalian yang tadi Rp100 kalian bisa K5 Jadi kalian bisa jual 500.000 perjam atau bahkan satu juta perjam pertanyaan simpel yang biasanya dilengkapi gua kalau gitu gimana caranya gua naikin multiplayer yang paling simple adalah ningkatin portfolio kalian kalau misalnya kalian ke client ini gua punya port folio brand a-b-c dan ada 200 nih portfolio gua mereka otomatis ningkatin Gyu kalian dimata mereka 

walaupun skill kalian sama sebagai senior designer kalian bisa jual service kalian senilai 500.000 atau bahkan satu juta perjam biasanya hal kedua yang paling simple itu kalian belajar negosiasi atau kalian belajar interpersonal skill kalau kalian bisa bawain diri kalian secara bagus negosiasi kalian bagus komunikasi bagus otomatis mereka juga ningkatin Google you kalian di mata mereka karena gua kejadian ada kompetitor nih Regency dia ngebikin servicenya harga 20 juta 

Tetapi dia mau ama gua ke padahal harga gua tuh 30juta dia bilang kayak gini gue suka presentasi kalian dan elu personal diri karena Lu orangnya kelihatan bisa berkomunikasi dan lebih dipercaya jadi ESET ada banyak hal-hal yang enggak Dark ke skill kalian dalam design Inc yang bisa ningkatin Nike Medio kalian sebenarnya stok di Point kedua ini kalian tuh di bisa berpenghasilan 50 100 juta atau bahkan sampai 200 juta perbulan karena gua banyak kok punya temen yang bisa sampai Tab2 ini dan dia punya penghasilan 50 100 juta itu sebagai Designer Designer logo browser yuayu X ada banyak yang berpenghasilan lebih dari 50 juta perbulan tapi kunci Dari video ini gimana 

cara kita break ratusan juta itu sampai miliaran sama kayak gua pas gua closing Project 3 m di umur 23 tahun poin ketiga yaitu bisnis value ini hal yang susah banget sebenarnya kalau misalkan cuma muter di pun satu maupun kedua kalian tuh lebih fokus ke apa yang kalian diri kalian sendiri bisa bawa ke client ini waktu gua ini efek gua adanya tapi kalaupun ketiga kalian tuh harus bisa lihat secara bisnis kalian bisa bawa berapa banyak Bell yuk ke bisnis dia contohnya kalau kalian bisa buktiin bahwa dengan gua bikin logo ini omzet bapak itu bisa naik 10 kali lipat simpelnya 10 kali lipat itu misalnya 10m Wajar dong kalau lu minta sepatu M atau kalau misalnya kalian sebagai 

programmer rogue bisa bikin sistem yang menghasilkan omset untuk bisnis Bapak sekitar 1thek Wajar dong kalian kita 100m nah hal itu sebenarnya lebih denflasher yang biasa-biasa aja dengan Polres dia bisa combine Steve Jobs boat dengan Visual identity ini company dia akan bernilai berkali-kali lipat bisa membawa visualnya membawa emosi untuk customer yang ngelihat atau membeli produk next sini dan ekstremis itu cerita gue juga Gimana caranya bisa closing Project bisa nilai 

4m nomor 23 tahun Oke kita backtrack sedikit dulu tuh gua memulai karir gua sebagai freelance programmer sesuai dengan yang gue ceritain gue mulai dari step 1 market value gua menjual website gua jual kayak simple eps itu senilai dua juta 3juta itu sesuai dengan gaji programmer yang kurasa waktu itu skill gue tuh di sana terus Semakin banyak Project yang gua kerjain semakin banyak folio gue tuh bikin bisnis bisnis kargo bikin company profile event kayak PPT yang lebih legit dan hal itu aja ningkatin Project gua nilainya dari dari yang sebelumnya dibawah 10 juta 

jadi 30 50-100 juta tapi selama dua tahun pertama gua enggak pernah dapat project yang dinilai di atas 1m atau bahkan 3 m jadi lebih join project ini dibanding produk sebelumnya klien ini tuh gua offroad secara bisnis gua tanya kira-kira keluh kesan dia atau objektif dia secara disitu apa Lalu setelah gua bikin solusinya gue bilang ke dia kayak gini ini ada izin sih lainnya bisa bikin yang persis kayak yang kita bikin gitu tapi kalau misalnya lu ama kita kalian bisa save segini banyak 

uang terus gue bikin skenario kalau misalnya enggak pakai sistem kita berubah harus keluarin segini banyak biaya untuk operasional untuk fairing orang untuk admin karena dengan si kita akan itu bisa otomatis atau bikin semua flow bisnis kalian tuh lebih lancar dan itu save money belum lagi opportunity cost kalau misalnya ada yang ngacok di sistem kalian atau ada karyawan yang dari sistem manual itu bikin bisa sekalian berantakan akhirnya setelah negosiasi sekitar 4 bulan 

akhirnya klien kita ini go head sama kita karena kita bisa combine ke mereka bahwa dengan solusi kita mereka akan CV warohmani dan mereka Enggak kan kehilangan opportunity cost yang lumayan besar dan inilah yang ngebedain freelancer dengan penghasilan dibawah 10 juta sampai 100 juta sampai milyaran skill kalian akan selalu Dinilai dari apa impact yang kalian bawa ke client semakin kalian bisa buktikan itu semakin bisa kalian komunikasi deadline semakin besar upah 

yang kalian bisa dapet di poin ketiga ini udah bukan berdasarkan beberapa jam kalian kerja atau seberapa experience kalian Tapi kalian harus bisa membaca Apa sih yang kalian bawa ke customer ini sama dengan video-video sebelumnya money follows Belgium Brazil Halo memberikan ketua yang begitu yang akan mereka bayar ke kalian oke sekian dari video ini semoga 3-point tadi itu bisa diikutin kalau kalian berkutat di dunia jasa sebagai freelance dan teman-temannya gua nggak 

bisa sharing untuk mengalami ISIS yang dagang atau misalnya import-export karena gue sendiri belum jalanin like always kalau misalnya kalian punya opini atau pengen diskusi atau pengen nanya-nanya Feel Free untuk cat Comment di posting kita

Tuesday, March 8, 2022

Berapa Banyak UANG untuk BAHAGIA?

Berapa Banyak UANG untuk BAHAGIA?



Oke guys, berapa banyak uang sih yang kita butuh untuk bahagia? How much is enough? Sebenernya gua tau, ini tuh topik yang benar-benar kontroversial. Ada yang bilang, uang nggak bisa membeli kebahagiaan. Ada yang bilang, tapi mana ada orang miskin bahagia? Ini tuh selalu jadi perdebatan dan di sini ada 3 angle yang mau coba gua bahas. Yang pertama, membahas kebutuhan. Sebagai manusia itu kita punya kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Yang pasti kalo misalnya kita ga bisa fill kebutuhan primer, Sebagai manusia itu kita punya kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. 

Yang pasti kalo misalnya kita ga bisa fill kebutuhan primer, hidup kita kita akan susah. Mau untuk makan, tinggal, tidur. Sebenernya yang paling umum di sini kita konklusiin susah bahagia. Kalo kita ga bisa makan, ya kita ga bisa bahagia. Itu sebenernya paling simpel kan ya. Dan menurut statistik dari BPS, pendapatan diatas 7.2 juta rupiah itu yang paling bahagia. Kalo dari sana sebenernya bisa ga sih dikonklusiin kalo yang pendapatan <7.2 juta itu kurang bahagia? Dan itu sebenernya angle 1 yang kita bakal bahas lebih detail nanti, yaitu dari aspek kebutuhan. Apakah kebutuhan kita terpenuhi? Aspek kedua itu survei dari Matthew Killingsworth. 

Dia bilang kebahagiaan orang itu kalau pendapatannya growing. Mau itu per bulan, mau itu per 6 bulan. Karena dia ngerasa sebagai manusia itu kita butuh sense of progress. Atau kita merasa kita one step further untuk merasa bahagia. Tapi dia bilang ada titik jenuhnya. Sampai di tahap penghasilan 1.1M per bulan. Udah. Di atas itu kita ga bakal tambah bahagia. Nah apakah angka itu pasti? Apakah aspek growing-nya yang bikin kita bahagia? Nanti kita bakal bahas aspek itu juga. 

Tapi yang ketiga, yang biasanya orang paling banyak ngomong(?) adalah 'Gua bahagia kalo misalnya gua bisa ngelakuin yang gua mau tanpa mikirin uang'. Nah ini adalah aspek life control. Seberapa kita punya kontrol terhadap hidup kita. Apa yang kita mau, apa yang kita inginkan, dimana uang itu bukan masalah. Kalo kata gua sebenernya lebih enak kalo kita bahas secara statistik. 

Yaitu aspek pertama. Berapa banyak kita cukup untuk memenuhi kebutuhan? Menurut gua di dunia yang lagi berubah kaya gini, kita harus klasifikasi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Primer itu definitely yang kita harus fill. Yaitu sandang, pangan, papan. Kita perlu bisa tinggal, kita perlu bisa makan. Itu adalah suatu kewajiban untuk bisa bahagia. Kalo menurut gua pribadi. 

Tapi di zaman sekarang kita harus bisa ngisi kebutuhan sekunder, yaitu pendidikan dan akses ke informasi. Kita tinggal di zaman yang berbeda dibanding zaman dulu. Kalo menurut gua pribadi, untuk bener-bener bisa punya opsi untuk bahagia, harus mulai keisi di kebutuhan sekunder ini. Untuk kebutuhan tersier yang kayak luxury, punya barang mewah, itu belum tentu diperlukan untuk bahagia. Tapi berapa sih yang dibutuhin untuk kebutuhan primer dan sekunder? Kita balik lagi ke statistik dari BPS. Rata-rata biaya hidup nasional itu 5.5 juta rupiah per bulan. 

Padahal GDP per kapita di Indonesia tahun 2020, nge-summarize ke pendapatan 4.6 juta rupiah per bulan. Kalo misalnya pake teori yang tadi, yang penting kebutuhan terpenuhi secara individual, primer dan sekundernya, harusnya orang gaji UMR bisa bahagia. Harusnya rata-rata orang Indonesia pada umumnya, berdasarkan data, itu bisa bahagia semua. Sebelum kita bahas topik selanjutnya, feel free untuk beropini apakah menurut kalian dari aspek pertama ini bisa kita konklusi selama orang terpenuhi kebutuhan primer dan sekundernya, orang bisa bahagia? Tapi makanya kita bahas aspek 2, yaitu aspek growing. apakah benar kita sebagai manusia, walaupun kita punya puluhan juta per bulan, tapi konstan ga berubah selama 5 tahun, kita bakal sengsara? Kita butuh sense of progress. Dan itu sebenernya yang coba dicetuskan di idenya. Ada yang bilang kebahagiaan itu fleeting. 

Kita bisa bahagia sekarang, tapi di kondisi yang sama, kita jiplak di tahun depan, kita belum tentu bahagia. Karena kita butuh oerubahan, kita butuh progress. Jadi, apa itu lebih realistis? Cukup itu ga ada angka pastinya. Selama kita grow setiap tahun, setiap bulan, kalo sampe di topik ini, kalo gua pribadi, gua ngerasa lebih relate. Karena gua pernah gaji diri gua sendiri 3 juta per bulan, disaat pengeluaran gua tuh hampir 2.8 sampai 2.9. Tapi gua inget banget, disaat itu gua happy. 

Karena gua dari sebelumnya freelance, sampe akhirnya gua membangun bisnis. Walaupun income gua lebih kecil, gua ngerasa ada sense of progress. Akhirnya gua ngerasa happy. Apakah itu lebih make sense untuk menilai berapa banyak itu cukup untuk happy? Jadi jawabannya, ga ada yang cukukp. Yang penting kita harus growing terus. Tapi sebenernya itu masuk ke aspek ketiga, yang mungkin paling kontroversial. Gua happy kalo gua bisa ngelakuin apapun di dalam hidup tanpa mikirin uang. Konsep life control ini bener-bener terlalu— variabelnya banyak. 

Dan ga bisa disamakan dengan orang A ke orang B. Karena apa yang orang mau dalam hidup itu completely berbeda dan bercampur dengan nilai emotional masing-masing. Gua mau hidup untuk bisa berdampak ke orang lain. Tapi ada orang yang, gua mau punya kapal 100 biji. Gua mau punya lamborgini 100 biji. Menurut gua aspek ketiga paling mendeskripsikan bagaimana variatifnya cukup buat seseorang. Dan bagaimana bahagia itu plays a role di berapa banyak income yang kita punya. Life control, artinya kita yang nentuin berapa banyak yang kita rasa cukup. 

Sebenernya yang paling make sense, kebahagiaan itu berasal dari diri sendiri. Kita yang decide berapa banyak itu cukup. Di sini memang benar, berarti emotional manusia play a big role. Mulai dari greed; keserakahan. Envy, yaitu jealousy kita terhadap kepemilikan orang lain. Itu yang akhirnya bikin angka tertentu, mau 100M pun bisa ga cukup. Coba makanya sekarang di video ini sebelum kita terlalu amburadul, kita summarize dari yang practical ke emotional. 

Pada akhirnya menurut gua untuk bahagia, pertama, kapasitas untuk bahagia. Kebutuhan primer dan sekunder harus bisa terpenuhi. Jadi di sana ada minimum income, atau angka yang kita kejar untuk bisa masuk ke status bahagia. Terus yang kedua, walaupun kita sudah mencapai itu, kita sebagai manusia memang punya tendensi untuk ga pernah bisa puas. 

Tapi puas itu harus kita channel dalam bentuk growth. Apakah kita growing setiap tahunnya? Apakah itu dalam bentuk pendapatan? Atau even achievement lainnya? Walaupun pendapatan kita ga naik, kita growing dalam bentuk misalnya kita lebih banyak charity, kita lebih banyak membantu orang, itu bisa contribute ke cukup dalam kebahagiaan. Lalu yang terakhir, yang paling penting adalah life control.

 Seberapa banyak kontrol yang kalian mau punya di dalam hidup? Yang paling realistis adalah, seperti di video gua sebelumnya, bener-bener tentuin apa yang kita mau untuk diri kita sendiri. bukan ter-influence dari orang lain, bukan dari envy, jealousy, membandingkan. Karena itu ga ada habisnya dan ga bakal ada cukupnya. Jadi makin bingu ga, berapa banyak itu cukup untuk bahagia? Jujur karena ini kontroversi banget, ga ada konklusi angka pasti. Ga ada konklusi kebutuhan, ga ada konklusi growth berapa banyak. Tapi dari kebanyakan video gua, hopefully ini memberi perspektif untuk kalian yang mencari kebahagiaan yang mungkin M angle-nya dari segi pendapatan atau finansial. 

Kalo misalnya kalian punya opini, feel free untuk komen di bawah. Dan I guess I'll see you guys on the next video. Bye-bye!

Gaji UMR Ga Cukup? Ini Cara Mulai Side Hustle!

Gaji UMR Ga Cukup? Ini Cara Mulai Side Hustle!

 



Oke guys. Gimana caranya mulai side hustle sambil kerja gaji UMR? Ini tuh topik menarik banget, karena gua banyak banget denger temen gua akhirnya keluar dari kerjaan utama. 

Akhirnya mereka dalemin side hustle yang gajinya 3-5 kali ipat dari kerjaan utama mereka. Ini tuh baru possible di generasi ini, Karena side hustle jauh lebih gampang dengan adanya gig economy. Dan topik ini tuh sebenernya nggak susah, yang penting ada 2 poin, manajemen uang sama manajemen waktu.

Terus gimana caranya kita maksimalin diri kita di gig economy ini? Tanpa basa basi kita langsung bahas yang pertama, manajemen uang untuk mulai side hustle. Pertama kalo misalnya kita baru ngerintis karir, Baru kerjanya UMR, kita tuh terbatas di mau invest di mana. Soalnya beberapa side hustle tuh memang butuh invest di misalnya PT, legalitas, butuh hire orang, butuh apa. 

Itu kalo konsepnya tuh side business atau online business. Tapi di gig economy, apalagi baru UMR, ini rekomendasi gua. Pertama, kebutuhan primer harus keisi dulu. Kedua, dana darurat harus punya. Terus biasain punya sisa 500 ribu, atau bahkan 1 juta kalau bisa, untuk ditabung diri sendiri. Tapi gini, kalau misalnya kita masih gaji UMR, mendingan kita taruh uang kita di investasi reksadana, atau saham. Kalo jawaban gua, mendingan kita pake uang itu untuk investasi diri sendiri. And that is step one untuk memulai side hustle. Maksudnya invest ke diri sendiri apa sih? Jadi, sisihin 300 ribu/bulan untuk belajar.

 Cari skill-skill yang mau kalian pelajari di Udemy lah, di Skillshare, di mana pun untuk kalian dalamin biar skill itu bisa menghasilkan untuk kalian. Contohnya, dulu pas gua memulai side hustle, walaupun bukan sambil kerja, sambil kuliah, gua mendalami skill programming. Dan itu gua bayar course 299 ribu di Udemy, yang akhirnya bikin gua bisa side hustle 20-30 juta/bulan. Nah sebenernya udah ada riset tentang skill-skill apa yang paling promising di tahun 2021-2022. Gua bakal tampilin di layar sekarang. Kalo misalnya ga mau basa basi, mau skill yang high pay, kalian bisa belajar skill-skill yang tadi gua tunjukin. Tapi kalian juga harus dalemin skill yang kalian suka, soalnya, susah untuk jalanin side hustle.

 Soalnya wkatu kalian terbatas, uang kalian terbatas, kalo kalian nggak suka ngelakuin itu, at the end side hustle-nya bakal flop. Jadi step 1 sisihin 300 ribu/bulan untuk belajar dari skill-skill ini. Dari Udemy, dari manapun itu lah. Nah lalu alokasi waktunya gimana? Kalau misalnya kita gaji UMR, atau kita kerja sebagai karyawan, itu rata-rata jam 8 sampai jam 5. Kebetulan kita lagi di jaman WFH dimana kita nggak perlu transportasi, atau lemburnya nggak gimana, tapi ini balik lagi ke masing-masing ya. Tapi effectively, kalo gua saranin, punya waktu 2-3 jam per hari untuk belajar. 

Let's say kita mulai dari jam 6 sampe jam 9, atau mungkin sisanya kalian bisa pake buat nonton, atau relax. Tapi 2-3 jam itu sweet spot untuk memulai side hustle. Misalnya kalian udah selesai dari fase belajar ini, kalian bisa pake waktu kalian dari jam 6-9 untuk ngerjain project project klien. Dan biasanya itu yang kebanyakan temen gua lakuin. Terserah mau mulai jam 9-12, atau jam 6-9. Tfapi mereka yang work life balance-nya oke, 3 jam/ hari untuk kerjain project project klien. 

Dan di sin i3 jam yang kalian kerjain bisa aja gajinya lebih gede dibanding kerjaan kalian sekarang kalo dapet project terus. Karena memang umumnya di gig economy, orang tuh berani bayar lebih mahal untuk skill on demand dibanding lu bayar orang full time. Nah terus sisanya gimana nih ko? Kok kayanya kalo 3 jam/hari terus, bakal terhambat. Ini bukan rekomendasi, tapi realitanya kebanyakan teman gua yang memulai side hustle, mereka tuh nggak 100% efektif di kerjaan mereka. Misalnya dari jam 8-5, itu tuh pasti ada jam jam kosong. 

Kalo menurut gua, kalo misalnya nggak dimarahin supervisor, kalian curi-curi waktu itu untuk bales klien, bales brief, nulis lapak kalian, atau hal-hal kecil yang sifatnya tuh bisa di-interrupt(?). Bukan yang tipe kalian harus kerja 2 jam depan komputer. Ya kalo kaya gitu kalian bakal dimarahin sama supervisor. Tapi at least, itu hal-hal yang gua lakuin. Tapi ini bukan untuk dicontoh ya, waktu kelas kuliah yang kira-kira gua udah ngerasa gua ngerti, gua curi-curi buat bales klien, buat email email, jadi hal-hal kecil kaya gitu lah. And then what? Sebeenrnya di tengah-tengah sana, jujur emang banyak yang harus dibahas, kayak cari kliennya gimana, buka lapaknya gimana, negosiasinya gimana, invoice-nya gimana, Itu semua tuh sebenernya as simple as kalian google. 

Kayanya gua tuh udah bikin 3 video tentang freelance. Ini untuk tentuin harga, ini untuk cari klien, dan yang paling baru, yang views-nya lumayan banyak, yaitu untuk cari klien di Fiverr. Ade gua udah sampe berapa puluh juta tuh di sana. Itu semua trik-trik yang bisa kalian pake untuk memulai side hustle. Nah tapi kapan gua fokusin side hustle gua terus keluar dari kerjaan gua? Nah ini banyak banget dari cerita temen gua, tapi this is not for everyone. Kalo misalnya kalian ngerasa side hustle memang side hustle aja, good. Tapi kalo kalian pengen side hustle ini jadi main hustle, kalian punya freedom untuk kerja untuk diri sendiri, good. Kalo menurut gua biar aman, kalian sampe punya penghasilan 3x lipat dari gaji kalian, baru kalian keluar dari tempat kalian kerja. 

Kadang 1 bulan kalian tuh bisa 2x lipat dari gaji, kadang 1 bulan bisa 5x lipat, tapi kadang kalian bisa nggak dapet project. Jadi kalo kalian punya rata-rata selama 3 bulan terakhir side hustle-nya 3x lipat dari gaji kalian, itu baru kalian boleh consider untuk keluar. Dan most likely kalo misalnya udah sampe di tahap itu, side hustle kalian tuh bisa banget di-sustain jadi kerjaan yang way more rewarding dibanding kerjaan full time kalian. This is gig economy dan gua bersyukur banget tinggal di zaman sekarang, karena di gig economy, semua bisa di-deliver dengan digital. 

Voice over, design, editing, ilustrasi, animasi. Intinya pikirin skill yang mau kalian pelajari, terus jalanin aja. Dan side hustle enaknya tuh kalian punya bantalan yaitu kerjaan utama kalian, selama kalian mau spend 2-3 jam/hari untuk mendalami itu. So sebenernya itu aja sih videonya ga usah basa basi. Kadang tuh yang dibutuhin bukan edukasinya karena gua udah punya banyak video edukasi, tapi lebih ke realistis nggak sih? Menurut gua realistis banget. 

Dengan adanya Fiverr, Upwork, SribuLancer, Freelancer. Banyak banget marketplace yang memudahkan kalian memulai side hustle, especially di gig economy. Alright kalo misalnya kalian mau mulai side hustle, kalian tulis dong ide kalian mau ngapain di bawah. Again kalo punya opini, feel free untuk komen di bawah. I guess I'll see you guys on the next video.

Saturday, March 5, 2022

Perampok & Scammer Jaman Modern - NFT, Crypto & DeFi

Perampok & Scammer Jaman Modern - NFT, Crypto & DeFi



 Mau tau ga cara bawa kabur 200T rupiah dalam 1 tahun? —dan lu ga bakal ketahuan. Welcome to the new age scammers. Di thumbnails-nya bakal ada kata NFT, karena gua bakal cerita study case gimana caranya scammers-scammers ini —di dunia NFT, crypto— bawa kabur uang masyarakat yang segitu gedenya. Itu di tahun 2021, 1 tahun doang. Scammer bawa pergi $14 M dari orang-orang yang invest di dunia crypto, NFT, webtree secara keseluruhan. 

Dan gua bakal cerita cara step by step-nya orang ini ngelakuin, tanpa ketahuan sama sekali. Tapi tujuannya bukan untuk biar kalian bisa lakuin. (Tujuannya) biar kalian waspada dan kedepannya ga ketipu sama project-project kaya gini lagi. Sebelum kita bahas detailnya, kalian harus tahu istilah yang namanya rug pull. Itu (istilah) di dunia webtree, rug pull. 

Istilahnya rug itu kayak karpet ya. Pull; intinya ditarik. Kalian sebagai investor udah seneng-seneng beli project-nya, udah invest di crypto, udah beli NFT-nya— tau-tau tiba-tiba karpetnya ditarik. Kalian lagi joget-joget di atasnya, terus jatoh. Banyak orang yang kehilangan duit mereka—bahkan tabungan hidup mereka—di project-project rug pull ini. Tapi kenapa? Kenapa bisa banyak banget project yang scam kaya gini? Sebenernya jawabannya agak kompleks. 

Tapi kita liat perkembangan dunia crypto dan NFT ya, selama beberapa tahun terakhir. Secara global, adopsi crypto tuh naik 900%. Tapi literasi global—literasi orang-orang US tentang crypto, 96% mereka tuh ga ngerti sebenernya crypto tuh apa, cara kerjanya gimana. Cuma taunya yaudah gua taruh duit, kalo ilang yaudah apes. Kalo di Indonesia sendiri, search term crypto itu naik 500-an persen. Dan ada sekitar 8 juta warga Indonesia yang punya aset digital ini. 

Nah dilemanya di sini. Interestnya lagi naik, banyak orang yang pengen masuk ke dunia crypto, dunia NFT, pengen cepet. Tapi literasinya rendah, mereka ga bener-bener ngerti. Alhasil kasus pencurian crypto currency dari scammer ini, naik 516% dari tahun 2020 ke 2021. 

Mungkin tahun ini bakal lebih gede lagi. Jadi kombinasi dari kenaikan interest tapi orang ga bener-bener pengen belajar, akhirnya bikin orang kena scam dan rug pull ini. Oke kita back to topic ke rug pull, dan gimana cara scammer ini bisa nge-scam 200T rupiah secara total. 

Di tahun 2020, total scammer yang menggunakan rug pull itu cuma 1% Tapi di tahun 2021, 37% dari semua scam itu adalah rug pull. Project yang dijanjikan, orang beli, lalu tiba-tiba developernya kabur. Kalo kalian ngikutin news, pasti kalian tau tentang yang namanya Squid. Itu crypto dan mereka rug pull, mereka bawa kabur $12 juta. Kalo NFT ada namanya Big Ape Daddy Club, Mereka udah jual NFT-nya, terus mereka bawa kabur $1,3 juta. Dan baru fresh banget di tahun 2022, NFT rug pull yang namanya Frosties bawa kabur $1,1 juta. Dan mereka ga bisa di-trace. 

Susah untuk cari tau siapa orang-orang ini dan dipenjarain. Kenapa? Soalnya kebanyakan dari scam ini, 70%-nya tuh decentralized finance. Atau bahasa kerennya DeFi. Konsep block chain, decentralized, webtree itu anonymous. Jadi lu ga bener bener harus KYC atau Know Your Customer, submit KTP, dll. Siapapun bisa jadi siapapun di dunia webtree. Dan itu hal yang paling mengerikan, dan scammers sekarang makin pinter. Dan mereka ga bakal bisa terima konsekuensinya karena ya decentralized, anonymous. 

Tapi gimana caranya kita bisa spot project-project NFT, crypto yang scam? Sebenernya ini opini pribadi gua sebelum gua ceritain study case-nya. Kalo mau invest di NFT, jangan belajar NFT dulu. Yang harus dipelajari adalah fundamental money management, gimana cara ngatur keuangan. Kalo udah tau itu instrumen yang berisiko, lu ga mungkin masukin seluruh persenan tabungan hidup lu. Lu pasti risk management, mungkin taruh 5 atau 10% dulu. 

Banyak orang yang mulai invest di space risiko ini, mereka ga paham basic money management yang paling dasar; yaitu manajemen risiko. Itu harus gua tekenin dulu sebelum kalian masuk ke lebih detail; NFT, crypto, dll. Fundamentalnya dulu aja. Oke beberapa dari kalian,

 karena subscriber, udah ngerti tentang fundamental, udah nonton konten gua, udah subscribe Ternak Uang. Tapi kalian udah subscribe youtube gua belum? Coba subscribe dulu, nyalain lonceng, terus komen. Nah let's say kalian udah ngerti fundamental money management, manage risiko, tapi kenala orang-orang pinter ini tetap bisa ketipu di dunia NFT? Jadi gini step by step-nya. Karena semuanya decentralized dan anonymous, siapapun bisa jadi siapapun. Jadi step 1 nya, anggap scammer ini tuh kayak—dia ga punya reputasi kan. Cara punya reputasi tuh simpel; lu tinggal beli NFT yang mahal, taruh sebagai profile picture, terus mulai engage di community. Analoginya lu tinggal beli Bored Ape Yacth lub, atau misalnya CyberKongz, atau blue chip lain. 

Dan akun lu kan anonymous, orang ga tau lu sebenernya siapa. Yaudah, mulai bangun reputasi. Mulai masuk ke twitter, mulai masuk ke discord. Dan orang bakal respect lu, karena NFT lu mahal. Dan itu jadi modalnya. Dan yang menyeramkan dari ngebangun reputasi ini, orang ga bakal tau lu siapa. Nama aslinya, lokasinya di mana. Ga bisa. Karena decentraized, dan kalian harus ngerti ini. Nah step 2 setelah dia punya reputasi dari engage di community, punya NFT mahal, tiba-tiba bisik-bisik ke orang, 'Woi gua bakal bikin project bagus nih'. 'Art-nya A, B, C. 

Ini bakal keren banget' 'Ini bakal sampe 10 tahun ke depan harganya bakal naik, bakal collab sama siapapun'. Nah dia udah mulai teaser tuh. Akhirnya dia udah mulai kasih tau ke orang-orang di komunitas dia, bahwa ini project yang orang tuh ga mau kelewatan. Pake kata-kata, 'Wah ini the next Ape Yacth Club', 'The next CyberKongz'. Lu kalo beli sekarang di 0,1, itu bakal jadi 100 ethereum terus lu jadi kaya raya. Dan kebanyakan orang yang kemakan korban ini adalah orang yang kaya gitu. 

Yang takut ketinggalan kereta, pengen kaya raya, akhirnya rebutan untuk dapat wait list, untuk dapat slot beli project dia. Kalo step 2 udah kayak iming-iming, orang mau bikin project, step 3 memang sedikit lebih modal. Hire designer, hire creative. Bikin aja art-nya. Kebanyakan dari project-project ini tuh mereka copy paste dengan art lain. Kalo ga copy paste, misalnya mereka mirip-miripin lah. Contohnya Invisible Friends—NFT—ini ada orang jalan, dan muka, badannya tuh invisible. Mereka bikin yang mirip gitu. Mereka bikin website-nya, bikin discord-nya. Dan yang paling penting, mereka ngehype-in. Ceritain bahwa 3-5 tahun ke depan ini bakal A, B, C, D, E. Bahkan mungkin lebih hebat ceritanya dibanding blue chip-blue chip NFT lainnya. Setelah udah di-hype menuju ke launching, dapet kan komunitasnya. Reputasi dapet, project hype-nya dapet, project-nya udah ada, Tinggal orang-orang ini ngebayar dia untuk nge-mint project dia. Udah dapet nih berapa juta dolar. Art-nya dapet, harganya naik mungkin di awal. Setelah itu dia ngapain? F*** you. 

Terima kasih sudah membeli NFT gua, dan gua bakal kabur. Banyak banget case case-nya orang yang rug pull ini sampe—emang kaya gitu. Kayak—f*** you, I'm gone. Discord-nya ditutup. Twitter-nya ditutup. Project-nya ditutup. Ditinggalin semua orang yang beli projcet mereka. Gila sih itu serem banget. Dan masalahnya, mereka ga bisa di-trace karena webtree. 

Selanjutnya apa? Rinse and repeat. Diulangi. Prosesnya sama, dan itu hal yang menurut gua menyeramkan banget ya. Kalo misalnya—apalagi orang-orang yang kurang teredukasi, yang gampang terpaning emosi, FOMO. Mereka bakal selamanya bisa kepancing sama project-project scam ini. Modus NFT ini baru rame di tahun lalu sama tahun ini. Kalo dulu crypto, kayak Squid dan lain-lain. 

Jadi tujuannya gua sharing modus ini tuh biar kalian aware sama project-project yang— mungkin to good to be true. Yang keliatan dari belakangnya kok orangnya ga muncul, perusahaannya ga jelas. Dan yang paling penting, jangan kepancing emosi. Kalo memang ini ada risikonya, jangan taruh seluruh tabungan hidup lu. Jangan taruh uang makan lu untuk project-project ini. Kadang yaudah, memang ada momen-momen kita ketipu dan ternyata project-nya ga bagus. 

Ya itu waktu belajar. Tapi masa iya belajar pake tabungan hidup? Sekarang tuh banyak sumber-sumber bagus untuk belajar NFT, belajar keuangan. Tapi kalo kalian mau belajar lebih dalam kalian bisa subscribe ke Ternak Uang juga. Lebih belajar tentang personal finance, management-nya, dll. Pake kode promo gua, "RAYMOND" untuk yang nonton khusus di video ini. 

Tapi mungkin pas gua post video ini, penipunya udah punya modus-modus lain. Atau ada cara-cara lain untuk menipu uang kalian. Jadi ingat, sebagai investor jangan FOMO. Dan stay smart. Gua sendiri baru belajar NFT, kalo kalian ada pertanyaan atau mau diskusi, feel free di kolom komen di bawah. Tapi semoga ini bisa nge-educate kalian biar ga ketipu sama project-project nya lagi. I guess I'll see you guys on the next video. Bye-bye!



3 Hal Yang Gw Pelajarin Bangun STARTUP JUTAAN DOLLAR

3 Hal Yang Gw Pelajarin Bangun STARTUP JUTAAN DOLLAR

 


Oke, gua pengen sharing hal-hal penting yang gua pelajarin dari ngebangun startup jutaan dolar. Bagi yang gatau, gua sekarang lagi ngebangun startup—namanya Ternak Uang, yang nilainya udah 3 digit milyar rupiah. 

Tapi sebenernya ada beberapa hal yang gua baru pertama kali experience dan—harusnya gua tau dulu. Dan ternyata ngebangun startup itu berbeda dibanding yang banyak orang pikirin. Kalo ngomong apa yang dipelajari, sebenernya banyak banget. Tapi gua bakal bantu kerucutin 3 hal yang I wish gua tau dulu sebelum gua memulai startup di level ini. Pertama background-nya dulu ya. 

Kalo misalnya kalian belum nonton video gua sebelumnya yang tentang Ternak Uang di-invest puluhan milyar, kalian mending nonton dulu karena itu ngejelasin sedikit tentang the startup dream atau sedikit cara kerja startup. Dan kalo kalian belum subscribe, gua tungguin 3 detik buat subscribe youtube channel gua. Pertama kita bahas dulu ya, kenapa ini hal-hal penting banget yang orang harus tau. Karena kenyataannya, startup itu banyak banget yang gagal. 

Kebanyakan dari kita tuh rasanya menggampangkan startup, kenapa? Soalnya kita denger news; startup di Indonesia Unicorn, Decacorn, dapet fundraising ini Soalnya yang di news itu semua hal-hal bagus doang. Dapet investor, dapet apa. Kenyataannya kalo misalnya startup bangkrut, atau startup sampe rusak, hancur lebur, itu gak terlalu banyak yang ngeliput. Apalagi orang gak ngebahas susahnya ngebangun startup—itu gak terlalu banyak di media. 

Menurut gua itu salah satu yang paling fatal di media kita sekarang; lebih ngebahas achievment dibanding proses atau susah-susahnya. Kalo ngebahas tentang pelajaran apa yang penting, sebenernya banyak banget. (Ada) ratusan sampe ribuan pelajaran yang bisa ngebangun sampe di tahap ini. Tapi gua bakal kerucutin ke 3 poin paling penting menurut gua yang semua founder harus tau kalo misalnya mereka mau ngebangun startup. 

Tapi again, DISCLAIMER: Ini menurut opini gua pribadi. Karena kan setiap orang yang jalanin startup itu beda-beda. Dan menurut gua, poin ketiga yang paling penting. Tapi yang pertama, kita state the obvious. Pelajaran nomor 1 adalah: SUSAH. Dan ngebangun startup itu mungkin hal paling susah yang gua lakuin di seumur hidup gua. Apalagi kalo kita ngomong startup jutaan dolar, itu biasanya udah di tahap investasi. Artinya udah ada investor luar—kita gak main dengan uang kita sendiri. Bisa gak startup kalian jangan tambah investor? Bisa banget. Sampe jutaan dolar, sampe—mungkin ratusan juta dolar. 

Bisa banget itu. Tapi kan tujuannya investor di sini untuk mempercepat growth. Dan itu di tahap kita sekarang. Tapi gua ga bakal bahas kayak umumnya; susah, semua orang bilang susah. Tapi gua bakal jelasin: Kenapa susah? Pertama kita liat statistik lagi ya, 90% dari startup gagal. Kenapa? Banyak banget alasan-alasannya. 

Misalnya business model-nya gak works, timnya gak becus, atau timing-nya gak tepat, atau fundiing-nya abis. Tapi apa yang bikin susah dari startup adalah, kita harus membuktikan ketidakpastian. Kebanyakan dari startup tuh punya ide yang kita rasa, 'Wah ini bisa bermanfaat banget buat masyarakat'. 

Dan step by step startup dari small starup sampe medium startup adalah, proving bahwa teori kalian tuh benar. Tapi masalahnya gak semua teori itu bisa dibuktikan benar. Dan akhirnya apa yang bikin startup susah banget adalah, gimana caranya kita sebagai founder tuh bisa adaptasi terus untuk nge-adjust apa yang market butuhkan. Contohnya dulu sebenernya gua udah pernah gagal bikin startup 7 kali. Ini bakal berkaitan ke poin kedua. 

Salah satu yang paling susah adalah—kalo ngebangun startup dan organisasi, Kita tuh kan gak kerja sendiri; ada co-founder, ada tim kita, dan lain-lain. Ini tuh menurut gua gak bisa di-understate. Gak bisa diremehkan. Yaitu susahnya membangun organisasi atau tim Gak bisa diremehkan. Yaitu susahnya membangun organisasi atau tim untuk ke satu arah yang—lu gerak tuh harus cepet banget ke sana. Lu harus prove bahwa startup lu bisa prove something. 

Soalnya gini, kalo misalnya kita ngebangun bisnis kita sendiri, kita tuh boleh work on our own pace. Jadi kayak, kalo misalnya lagi turun oh yaudah yang penting masih profit. Kalo misalnya lagi naik, oh yaudah bagus gitu. Tapi apa yang bikin susah dari ngebangun startup di mid level ini—yang udah berniali jutaan dolar? Kita tuh punya target—kita tuh punya plan untuk bisa grow sekian per bulan, per tahun.

Jadi kalo misalnya—let's say bisnis lagi down atau market lagi gak mendukung. mau gak mau lu sebagai founder harus kreatif untuk figure out, ya gimana caranya harus naik. Gimana caranya lu bisa adaptasi dan membuat situasi yang harusnya bikin lu turun jadi bikin lu naik. Dan ngebangun startup itu makan waktu jauh lebih banyak dibanding waktu gua untuk yang lain. Mungkin bisa 24/7 itu—agak lebay ya kalo misalnya 24 jam, kapan tidurnya? Tapi setidaknya butuh mikir. 

Itu kayak setiap hari figure out apa sih yang bisa gua lakuin untuk adaptasi? Untuk bisa bikin startup ini grow, dan grow secara konsisten. Kalo misalnya di tahap kecil, startup tuh yaudah bikin produk terus coba dijual. Tapi kalo di startup menengah, yang bikin susah adalah itu. Organization management, legal, administration, harus ngebangun sistem HR-nya. Ternak Uang sekarang udah sekitar 70-an orang, and managing team itu jadi salah satu challenge paling gede. 

So, kalo misalnya kalian mau ngebangun startup dan ngerasa gampang (untuk) sampe di tahap jutaan dolar, 'Oh gampang yang penting punya ide, prove, cari investor, dapet duit, terus grow', Coba dipikir-pikir lagi. Kenapa poin ini penting banget? Gua ga mau orang yang memulai startup memulai dengan mentalitas yang salah. Membangun startup itu susah. 

Tapi misalnya kalo kita gigih, kita adaptasi ya kita bisa worth it ujungnya. Semoga gua ga terlalu muter-muter karena ini penting banget buat yang mau mulai startup. Yang kedua: Team. Ini menurut opini gua pribadi, team is everything. Awalnya gua mau bikin pelajaran ini: Idea is shit, execution is king. Tapi kalo dipikir-pikir ya, idea is shit? Oke. Execution lebih penting? Oke. Tapi siapa yang eksekusi? At the end, startup dengan duit yang banyak banget, dengan ide yang bagus banget, kalo ga ada orang-orang yang ngejalanin dengan maksimal, your startup will die. Ada pepatah, katanya di awal-awal ngebangun startup, 5 employee pertama lu, itu bakal make or break startup lu bisa grow ke tahap menengah. 

Dan yang kita ngomongin tentang tim itu bukan yang, 'Lu harus punya sarjana ini, harus punya—apa'. Tapi yang kayak di poin pertama, startup itu unpredictable. Kita gak bisa tebak apa yang bakal terjadi. Jadi, tim yang paling penting yang harus lu punya adalah, punya visi yang kuat dan bisa beradaptasi. Itu kalo secara perorangan yang benar-benar dicari adalah—gua nyari yang bisa adaptasi. Pernah gak gua diomelin sama tim gua, 'Ini kok idenya berubah terus? Ini kok bulan ini—gua ngapain?' gitu. Pernah. Tapi at the end gua sebagai CEO harus mengomunikasikan, that's the thing yang harus kita laluin. Dan tim; seluruh management level, min 1, min 2(?), sampe yang paling bawah— harus punya mentalitas, 'Kalo misalnya ini gak works gua harus siap banting setir untuk ngelakuin hal yang lain'. 

Dan itu benar-benar—kita harus bisa baca karakter orang yang mau kita masukin ke startup kita. Ini opini pribadi gua. A good team—tim yang benar-benar bagus dan cocok dengan startup kalian, akan ngalahin startup lain. Mungkin yang funding-nya lebih gede tapi timnya ga bagus. Gua pun udah confirm ini—gua nanya ke beberapa VC, ke beberapa investor, apa sih yang paling penting? Founder-nya. Diliat, timnya kayak—tebel atau engga. Mentor gua—yang gak mau gua sebut namanya—bilang, Kalo misalnya gua mau masuk ke sebuah emiten, atau perusahaan, atau startup, yang gua liat itu management-nya dulu, startup founder-nya dulu. Becus gak dia buat kalo misalnya gua ubah strateginya begini dan gua pivot? Visinya ada gak di sana? Yah, itu yang paling penting menurut gua ya. 

Dari aspek—di luar dari startup itu susah; build a kick-ass team. Lu harus approach secara personal, gak bisa seluruh orang gua cari tim—(?) ketahui karakternya, cari yang bisa beradaptasi dan work under pressure. Oke, mungkin poin terakhir yang paling paling paling penting menurut gua, yang banyak banget orang salah kaprah dari membangun startup, ekspektasinya apa? Kebanyakan orang tuh, 'Gua pengen kaya', 'Gua pengen kayak Mark Zuckerberg', 'Gua pengen kayak Bill Gates yang orang terkaya di dunia'. Akhirnya bikin orang punya persepsi apa? Gua pengen cepet kaya. Pelajaran ketiga adalah: Jangan mengejar uang. 

Kenapa gua bilang kayak gitu? Ini realitanya, kalo lu ngebangun startup lu gak bakal kaya di awal. Most likely lu bakal susah-susah. Lu menggaji diri sendiri mungkin gak setinggi yang lu expect. Kalian kira startup-startup yang di-funding jutaan sampe ratusan juta dolar itu dengan gampangnya mereka, 'Gua mau gaji diri sendiri ratusan juta deh atau milyaran'? Gak bisa. Yang kalian harus ngerti dari membangun startup, hasil paling gede yang didapetin adalah nanti pas payout di akhir. 

When the startup akhirnya grow besar banget, akhirnya bisa IPO atau diakuisisi oleh perusahaan lain, itu end goal-nya. Uang di depan itu biasanya sangat jarang terjadi. Lu liat story-story semua startup aja deh, 2-3 tahun pertama itu mereka ngegaji diri sendiri kecil banget. Dan gua gak dapet uang banyak dari ngebangun Ternak Uang. At the end, sources-sources income gua yang lain dari investasi, trading saham, crypto, NFT, dari bisnis-bisnis lain itu jauh lebih gede dari gaji gua di Ternak Uang. Jadi jangan ngebangun startup dengan mindset "Gua bakal cepet kaya dan dapet duit gede". Soalnya mindset-nya gini, pas lu ngebangun startup, lu harus punya mentalitas all in. 

Gimana caranya ngegedein company ini secepat mungkin, sebesar mungkin. Dan kalo misalnya investor masuk—mereka masukin duit, mereka expect uang itu dipake untuk grow di company segede dan secepat mungkin. Bukan untuk bayar founder-nya sendiri. Ini tuh prasangka yang menurut gua banyak orang salah. Pas mulai startup kok ga ada duitnya? Akhirnya malah gak termotivasi, berhenti di tengah jalan, akhirnya startup-nya malah bangkrut. 

Kalo misalnya end goal-nya uang, fine. Gak masalah. Banyak orang punya UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Tapi ya—ujung-ujungnya duit, bukan di depan duit. Kalo gua personally ngeliat kenapa gua ngebangun startup, Sebenarnya, ini sejujurnya. Gua ngeliat impact. Gua pengen ngeliat seberapa besar gua bisa ngebangun perusahaan ini untuk berkontribusi positif ke masyarakat. 

Hal yang paling gua banggakan kalo misalnya startup ini sukses adalah, kita bisa menjadi game changer. Kita bisa menjadi salah satu perusahaan—salah satu organisasi yang actually bisa merubah Indonesia. Yang kalo misalnya gua jalan atau misalnya gua ke mana, orang inget, (kalo) gua ngebangun sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. harus tau visi ujungnya tuh di mana, apa perubahan yang pengen kita lakukan di Indonesia. 

Kalo misalnya kalian ngebangun startup, gua rasa 3 itu tuh yang paling penting. Apalagi di level menengahm yaitu level startup jutaan dolar. Again, gua bukan mau nyombong. Gua bete banget kalo misalnya di komen ada yang bilang (gua) nyombong atau gimana. Yah—bukan itu tujuannya. Tapi kalo misalnya kalian ada pertanyaan lain tentang ngebangun startup, gimana cara cari investor, mungkin gua bakal bahas di video lain biar ini gak kepanjangan Again, kalo misalnya mau beropini feel free komen di bawah. Subscribe, like, share untuk algoritma youtube. I guess I'll see you guys on the next video. Bye!


Penutup

Terimakasih sudah membaca artikel ini. Bagaimana menurut temen - temen semua?? tulis tanggapan kalian di komentar yaa. Share ke temen - temen kalian yang lain biar pada tau dan semoga bermanfaat. Terimakasih.


Bangun Usaha Modal 1 Juta - Langsung Praktek!



kalo misalnya punya 1 juta buat mulai bisnis, kira-kira mulainya gimana? 

Nah di artikel ini gua sebenernya pengen kasih perspektif gua, gimana cara manage 1 juta itu untuk memulai bisnis yang—hopefully— kedepannya bisa punya omset puluhan juta, bahkan ratusan juta. Tapi business planning atau approach membangun bisnis dengan modal kecil, kayak 1 juta, itu tuh berbeda dengan kalau kalian punya modalnya misal puluhan atau ratusan juta. Karena kucinya di sini sebenarnya adalah, maksimalin modal kalian dan bergangtung pada cashflow untuk operasi bisnisnya. Tanpa basa basi, gua bakal bagi video ini ke 5 bagian, yaitu ide bisnis, riset, produk, marketing, dan operation. Masing-masing itu gua sesuaiin planning bisnisnya untuk modal minim. 

Oke kita mulai dari step 1, yaitu ide. Nah kalo misalnya modal kita nggak banyak, kita nggak bisa punya ide bisnis misal buka restoran, atau buka bisnis dengan kantor di mana, atau ngestok barang 10-20 juta. Kita harus lebih mikir ide bisnis yang kira-kira bisa kita jual secara digital, dan produknya tuh nggak harus kita punya di depan. Sebenernya nanti gua bakal jelasin lagi di segmen produk, tapi intinya ide itu biasanya muncul dari keresahan sehari-hari. Coba deh kalian liat sehari-hari kalian, kira-kira apa sih yang kalian passionate? Apa sih yang dulu pernah kalian jual? Biasanya as simple as liat makanan favorit kalian sehari-hari apa? Atau misalnya, hal yang paling sering kalian beli setiap hari apa?

 Sebenernya kita nggak usah limit idenya harus kecil, tapi ide besar—misalnya buka restoran—itu tuh bisa di-breakdown ke ide yang jauh lebih kecil. Yaitu mungkin masak di dapur sendiri, terus jualannya melalui online. Sebenernya segmen 1 tuh cuma intro doang. Jadi kita nggak nutup diri, misalnya bisnisnya harus kecil banget, tapi idenya tuh biasanya yang paling realistis—kalo kita mau lakuin dengan modal kecil—adalah yang dekat dengan sehari-hari kita. Nah segmen kedua itu riset. Jadi karena kita punya modal kecil, kita nggak bisa semena-mena langsung bikin produk, trial and error sebanyak mungkin. Nah jadi ada 2 bagian dari riset pasar. Ini juga di buku Quick Start Guide yang kemaren gua pake untuk social project, yaitu pertama kalian riset pasar, kedua riset kompetitor. Jadi apa bedanya riset pasar sama riset kompetitor? Riset pasar itu kalian ngeliat—misalnya kalian punya ide bikin basreng,

 bakso goreng untuk bisnis kalian. Kalian as simple as liat, kira-kira di sekitar kalian ada nggak sih yang mau beli bakso goreng? Kira-kira orang suka nggak sih beli bakso goreng? Atau misalnya liat aja di GoFood sama GrabFood, ada nggak sih orang jualan bakso goreng di daerah kalian? Riset pasar kalo misalnya mau lebih dalam itu, tujuannya biar kita bisa bener-bener liat, 'Ini bisnis bisa kejual nggak sih? Ada nggak sih orang yang mau beli?' Kalo misalnya bingung, as simple as kalian tanya calon customer kalian, misalnya teman kalian, atau orang-orang di sekolah atau kuliah kalian.

 Kalo misal responnya mostly positif, 'Oh mau beli nih', oke, next step, yaitu riset kompetitor. Riset kompetitor itu harusnya straightforward ya. Jadi kalian cari tahu basreng-basreng di luar, Mulai dari harganya berapa, rasanya gimana, atau packaging-nya gimana. At least dikumpulin dulu aja kompetitor-kompetitor itu. Jadi kebanyakan dari yang punya modal kecil, Mereka tuh nggak punya budget RnD (Research and Development). Jadi kebanyakan bisnis lean, atau bisnis yang (baru) memulai, itu dengan ATM; Amati-Tiru-Modifikasi. Jadi diliat aja kompetitor lain yang jual basreng—yang laku banget—itu kenapa? Apakah rasanya? Packaging-nya? Jadi mesti tahu dulu nih market-nya sebelum kita planning ke 3 aspek selanjutnya. Setelah step ini tuh kalian bakal punya gambaran lah, kira-kira ide ini bakal works atau engga. Nah sekarang yang susah nih, 1 juta di-planning ke trifecta planning. Itu bahasa gua sendiri ya. Jadi di bisnis itu biar simpel, gua ada trifecta planning, yaitu cuma produk, marketing, dan operation. Kita mulai dari produk dulu deh. Jadi gua punya aturan 40-40-20. Untuk budget mulai bisnis, 40% itu dipake buat produk, 40% dipake buat marketing, 20% dipake buat operation. 

Kalo misalnya 1 juta, berarti kan budget kita 400 ribu. Nah untuk produk, 400 ribu, ini kuncinya. Kalian nggak bisa berharap uang di awal tuh dipake untuk stok barang sebanyak mungkin. Jadi gua sangat tidak menganjurkan kalo mau jualan apa, itu ngestok barang banyak. Misalnya dari 400 ribu, 400 ribunya dipake buat stok barang. Biasanya 400 ribu tuh dipake buat trial and error, bikin produk pertama, cari tahu resepnya. Ini kita pake konteks bakso goreng ya. Nah kalo untuk mau jualan, produknya itu dibikin sistem PO. Jadi untuk bisnis yang modalnya kecil, kalian harus perhatiin cashflow. Misalnya 400 ribu tuh udah nemuin nih, packaging-nya misalnya—kalo packaging harus distok kan— Misalnya packaging-nya kaya gimana, produknya kaya gimana, bahan mentah. At least dikit aja untuk memulai. Kalo misalnya order-nya banyak banget gimana? Nah bikin sistem PO. Pre-order atau misalnya per batch, dimana orang bisa bayar kalian dulu, baru nanti kalian bisa deliver barangnya. Nah itu biasanya kalo modal kecil, di bisnis tuh ada istilah turnover. 

Kalo misalnya modal kecil kita nggak bisa ekspektasi untuk stok banyak produk itu, terus berharap bisa kejual 3 bulan kedepannya. Jadi turnover-nya harus kita bikin sempit. Nah itu with product ada 2 yang harus diperhatiin, yaitu USP (Unit Selling Proposition) dan Unit Economics. Unit Economics tuh intinya kalian planning, misalnya kalo mau jual basreng harga 5 ribu modalnya berapa? Kira kira baksonya berapa? Gorengnya berapa? Packaging-nya berapa? Make sure kalian punya margin yang sehat. Margin itu misalnya kalian jual 5 ribu, modal per basrengnya mungkin 3, 2 atau 4 ribu. Tapi sebisa mungkin margin-nya gede, tapi harganya tetap kompetitif. Kan sebelumnya kalian udah research competition. Nah biasanya setelah planning product ini kalian udah kebayang nih, 'Oh kira-kira produk basrengnya begini, packaging-nya begini, harganya segini.' So, modal di awal itu kebanyakan pasti dipake buat riset, atau nggak stok barang mungkin cuma 5 atau 10 doang, which is fine. 

Karena kalian bisa jual PO based atau batch based. Nah, poin kedua tuh yang tricky. Kebanyakan orang kira kalo punya budget—misal 400 ribu—langsung dipake buat promosi. Jadi marketing tuh ada 2, menurut gua fondasi sama distribusi Nah kalo misalnya punya budget kecil, gua sangat nggak saranin fokus ke distribusi. Misalnya 400 ribu, semuanya dipake buat Instagram Ads, influencer, atau gimana. Itu gua sangat nggak saranin sebenernya. Karena kalo kita punya bisnis online, atau bisnis dengan modal kecil yang harus bergantung sama online, (yang) lebih penting itu fondasinya. Mending kalian bayar desainer untuk benerin logo, untuk bikin post-post di instagram, untuk apa kek. Jadi kayak, lapak online-nya itu jauh lebih penting dibanding distribusi. Nah di planning marketing tuh sebenernya itu. Kalian set brand-nya mau apa. Yang menurut gua (itu) lebih penting. Karena untuk distribusi—untuk kenalin produknya di market—itu banyak banget yang gratis, dan bisa dilakuin secara gratis mungkin sampe omsetnya puluhan juta. Kalu misalnya kalian masih sekolah atau kuliah, mungkin dari tawarin ke teman-teman, atau titip di mana, masuk ke komunitas, dan lain-lainnya. 

Itu kan budget-nya 400 ribu, biasanya kalo gua saranin 200 ribunya buat hire orang, atau buat minta tolong orang buat bikin logonya. Make sure online-nya itu bagus, karena orang kan bakal beli dari sana. Terus sisanya pake distribution platform yang gratis. Kayak community marketing, post di instagram, mita teman buat repost. Ada banyak sebenernya. Nah terus yang terakhir itu 20%, operation. Operation tuh apa sih? Operation tuh kalo di awal-awal, gue as simple as dana darurat sebenernya. Jadi kedepannya tuh nanti dipake buat logistik sama accounting misalnya. Ini kunci penting banget, kalo misalnya memang kalian nggak punya basis finance. Sebenernya kan pencatatan keuangan tuh penting banget, apalagi kalo di awal-awal. Let's say kita udah ketemu nih, idenya basreng, kita mau jual 5 ribu, kita mau bikin PO based karena nggak punya banyak modal, kita udah hire desainer untuk bikin logo yang bagus. Terus pas kita distribusi, ditawarin, ternyata orang mau. Dapat 10 PO. Dan itu semua harus dicatat. Karena kunci dari running a business dengan moda kecil, ____(?) Kalian sangat bergantung dengan yang namanya cashflow. Jadi kalo misalnya ada duit masuk dari PO, baru kalian beli bahannya, kalian bikin, terus nanti profit-nya kan kesimpen tuh, misal labanya sisa 200 atau 500 ribu, nah 500 ribu itu baru bisa dipikirin lagi untuk diulang lagi. 

Ngestok barang, atau misal improve produknya, dan selanjutnya. Nanti lama-lama tuh dia bakal snowball sendiri. Selama setiap PO, setiap batch itu kalian berkembang terus, kalian fokus channel-channel distribusi baru, dan lain-lain. Jadi itu sih gambaran besar gimana cara business planning dengan modal 1 juta. Ini personal, ngga ada teori di manapun, kalo gua sendiri suka 40-40-20. Produk fokus di USP sama Unit Economics, dan jangan ngestok barang. Menurut gua bikin PO based atau dropshipping. Nah kalo untuk marketing, menurut gua lebih penting pondasi online dibanding distribusi, kalo misalnya budget-nya kecil. Jadi make sure instagram-nya bagus, brosurnya bagus—kalo misal mau pake brosur—. Dan sisanya fokus distribusiin melalui channel-channel gratis. Yang terakhir operation, catat keuangan. As simple as that. Terus nanti kalian liat tuh, cashflow atau pemasukan-pengeluaran tiap bulan. Yang bulan ini pemasukannya oke, terus dapet profit, dipake buat pengeluaran bulan depan. Untuk stok barang, dan lain-lain. Jadi sebenernya bisa nggak bikin bisnis dengan modal 1 juta? Menurtu gua bisa banget. Kalo misalnya gua disuruh ngulang untuk bikin bisnis pake 1 juta, menurut gua bisa. Lebih susah? Yes. Lebih lama? Yes. Cuma yaa, we make do with what we have (?). 

Tapi semoga perspektif ini bisa ngasih gambaran ke kalian, how to run a business dengan modal 1 juta. Gua sih berharap banget, modal kecil itu bukan jadi hambatan orang untuk mulai bisnis. Kalo misalnya kalian emang beneran mau, go for it. Gua support. Feel free untuk komen ide kalian di kolom di bawah. I guess I'll see you guys on the next video. Goodluck untuk bisnisnya.


Penutup

Terimakasih sudah membaca artikel ini. Bagaimana menurut temen - temen semua?? tulis tanggapan kalian di komentar yaa. Share ke temen - temen kalian yang lain biar pada tau dan semoga bermanfaat. Terimakasih.